sehari setelah Valentine.. hoho
February 14th, 2009 by katahaticindyphiuuhh.. Valentine udah lewat lagi..
udah umur 20 gw tapi masi lom punya cowo.. ahahaha
suatu hal yang bisa jadi keberuntungan atau ngga sih.. tergantung pandangan gw terhadap itu.. wehehe..
Tp gw bersyukur bisa belajar banyak dengan hal itu. Meski harus lewatin Valentine dengan yaaah, sepi..
Gw mau cerita.. tentang apa yang gw jalankan sekarang.. Setelah gw melewati masa-masa indah selama belum masuk kuliah. N setelah gw masuk kuliah n gw merasa hidup tak terlalu indah lagi, meskipun di sini gw menemukan sesuatu yang sangat berharga bagi gw..
Membuat gw belajar akan banyak hal. Sakit karena merasa dibenci dan gag diterima orang lain yang sebenarnya gw ingin dianggap temannya, itulah yang baru gw alami selama masuk kuliah. Gw merasa kadang harus menjadi sebuah boneka untuk agar bisa disenangi orang lain. Melakukan hal-hal baik tanpa sadar demi bisa diterima oleh orang lain. Dan itu menyembunyikan perasaan menderita gw.
Tp mungkin sekarang, gw sedang berusaha melawan sikap gw yang seperti itu sih.. Karena gw tau, ketidaktulusan gag akan membawa pada kebahagiaan. Dan gw juga kadang kesal dengan diri gw yang sering gag tulus.
yah.. apapun itu.. sekarang gw udah baik2 aja.. Mungkin gw sekarang hampir berhasil untuk bangkit dari perasaan semacam itu..
Tp ini membuat gw sadar… Kalau mungkin sejak kecil, hal yang paling gw junjung tinggi adalah perasaan ingin dihargai dan dicintai oleh orang-orang. Tanpa sadar, gw takut untuk dibenci orang lain. Memakai baju yang dianggap orang-orang itu bagus padahal gw menyukai baju-baju yang dianggap orang-orang sebagai baju yang norak. Gw masih inget, gw mengurungkan niat gw untuk meminta baju berenda yang gw sukain, gara-gara dibilang norak.
Sewaktu SD dan SLTP, gw bergaul dengan orang-orang yang tidak disukai oleh orang-orang lain. Kalau itu cowok, gw sering dikira suka dengan cowok itu, padahal ngga sama sekali. Tapi gw emang suka bergaul dengan orang seperti itu. Karena gw merasa gw menjadi orang yang berguna bagi mereka. Gag tega, mungkin itu salah satu alasannya. Mungkin hal yang lain adalah, karena gw takut ditinggal. Yah, itulah salah satu ketakutan gw..
Setelah kuliah, yah, perasaan takut untuk ditinggal masih melekat kuat sama gw sih. Walaupun saat kuliah, gw udah berani menunjukkan diri gw apa adanya. Diri gw yang berantakan, selebor, cengeng, lemot dan lain2. Ya, gw udah bisa menunjukkan sisi yang gw anggap ‘buruk’ dari diri gw ke orang lain. Tapi dengan begitu, gw merasa lebih baik, karena gw tak merasa bersalah untuk menutupi diri gw dari orang lain.
Umur udah 20 tahun. Tp sudah menjomblo sejak lahir. Buat gw agak2 khawatir kadang2.. hahaha. Hal yang cukup bodoh sih. Satu sisi, gw merasa agak minder dengan diri gw sendiri. Wehehe. Tapi di sisi yang lain, kadang gw merasa beruntung daripada teman-teman gw yang pacaran tapi harus terima perlakuan gag baik dari cowok atau ceweknya.
Minder. Mungkin ini yang gw rasakan. Kadang gw melawannya dengan meningkatkan PD gw.. Tapi terkadang, gw menghibur diri dengan berkata, toh mungkin emang gw belom ketemu dengan orang yang tepat.
Terkadang, gw tergoda untuk ngurusin badan, diet, mutihin kulit, berpenampilan rapi, bersikap halus n lemah lembut. Yah, tapi batin gw selalu menolak hal itu. Ego gw sendiri yang bilang kalau seseorang gag selalu menilai dari fisik. Oleh karena itu gw mulai memperbaiki ‘inner beauty’ (walau mungkin tetep aja gag keliatan bagus y? hehe). Yah, tapi pada akhirnya gw sadar sih. Kalau itu pun sebenarnya gw hanya ‘hidup untuk orang lain’. Yang artinya, terlalu peduli dengan apa yang dikatakan orang lain. Tapi terkadang gw merasa seperti didorong oleh arus yang mengatakan, ‘Kalau gw gag bersikap baik, orang-orang gag akan suka dengan diri gw’. Yah.. Mungkin gw semakin sadar kalau orang-orang tanpa sadar cenderung memaksa orang lain untuk menjadi seperti apa yang dia inginkan.
Menjadi baik, adalah hal yang baik. Tapi ingin dianggap baik, itu akan bermasalah. Yah.. Pada dasarnya semua orang ingin berbahagia. Tak ada yang ingin menderita. Menurutku, mungkin diriku sendiri harus memaafkan diriku yang munafik. Dengan begitu, gw bisa menerima orang lain seperti apa adanya juga. Ketika kita tidak menerima orang lain, sebenarnya, kita juga berarti tidak menerima diri kita sendiri. Ketika menganggap jelek orang yang berperilaku kasar ke orang lain, kita juga pasti akan membenci diri sendiri ketika kita berperilaku kasar ke orang lain. Dan tanpa sadar, kita menutupi kelakuan kita tersebut dari orang lain, karena sebenarnya kita takut untuk dianggap seperti itu.
Yah.. Yah.. Gw berharap gw bisa terhindar dari perilaku munafik seperti itu wlaupun kadang terombang ambing olehnya. terkadang gw berpikir, kenapa kok gw begitu pedulinya dengan anggapan orang lain. gw punya cowok, ada untung ruginya. Gag punya pun, juga ada untung ruginya. Semuanya sebenarnya tak ada yang buat kita benar-benar bahagia kan? Tapi kenapa gw terus ‘hidup untuk orang lain’? Apa yang terjadi dengan diri gw? Aneh. Tp gw rasa, penyakit ini sebenarnya diidap oleh sekian banyak orang di dunia. Gag gw sendiri. Tp semoga penyakit berbahaya ini cepat sembuh dari orang-orang lain..
Hidup untuk orang lain, itu adalah baik. tapi ‘Hidup untuk orang lain (hanya supaya orang lain menyenangi kita’, mungkin gag akan membuat kita benar-benar bahagia…
Apakah ada yang merasa memiliki penyakit yang sama?